Skip ke Konten
Artikel

Mengenal Quercetin: Sumber, Aktivitas Biologis, dan Potensinya


Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 24 September 2026


Apakah hari ini Anda makan apel, menyeruput teh, atau menumis bawang merah? Atau mungkin anda memakan buah-buahan atau sayur-sayuran lain seperti tomat, brokoli, anggur, mangga, atau beri-berian. Tahukah anda, bahwa ada suatu senyawa fitokimia yang terkandung dalam semua sumber yang telah disebut. Senyawa itu adalah suatu flavonoid bernama quercetin. Flavonoid sendiri merupakan metabolit sekunder dan semua tanaman pasti memproduksinya dan quercetin adalah salah satu senyawa flavonoid tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, flavonoid dapat ditemukan di banyak sekali buah dan sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari. Namun, ternyata quercetin memiliki potensi yang lebih besar dari sekadar menjadi salah satu kandungan dalam makanan sehari-hari. Yuk, kita bahas lebih lanjut terkait senyawa ini.

Mengenal Quercetin

Quercetin (C15H10O7) termasuk dalam kelompok flavonol, salah satu dari enam sub-kelompok flavonoid, dan memiliki nomenclature IUPAC 3,3′,4′,5,7-Pentahydroxyflavone. Quercetin murni memiliki wujud solid kristalin berwarna kuning1. Meskipun dapat ditemukan dalam banyak sekali tanaman, nama quercetin diambil dari kata latin quercetum, yang berarti Quercus robur atau tanaman oak2.

Quercetin memiliki lima gugus hidroksil yang berperan penting dalam mendefinisikan aktivitas biologis senyawa ini dan jumlah turunan yang bisa didapatkan dari senyawa ini3. Turunan quercetin yang paling umum adalah glikosida, atau ikatan quercetin dengan gula, seperti isoquercetin yang merupakan quercetin yang memiliki ikatan dengan gula monosakarida atau rutin yang merupakan quercetin yang memiliki ikatan dengan gula disakarida4.

Meskipun memiliki gugus hidroksil, quercetin memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air , sementara turunan quercetin dapat bersifat larut air maupun sedikit larut air bergantung pada tipe substituen molekulnya. Secara umum, turunan O-methyl, C-methyl, dan prenyl dari quercetin bersifat lipofilik, sementara quercetin yang gugus hidroksilnya terglikosilasi akan semakin bersifat hidrofil karena setiap gugus hidroksil yang terglikosialsi akan meningkatkan hidrofilisitas senyawa tersebut3.

Sumber Quercetin

Quercetin tersebar secara luas baik pada bahan-bahan makanan seperti apel, anggur, bawang dan bawang daun, teh, tomat, dan berbagai sayuran maupun bahan-bahan herbal seperti Ginkgo biloba dan Hypericum perforatum5. Sumber yang memiliki kandungan quercetin terbanyak adalah capers, juniper berry, okra, elderberry, corn poppy, coriander, dill, serta bee pollen6.

Kelompok utama turunan quercetin adalah turunan glikosida, ester, sulfat, dan prenyl, namun kelompok turunan quercetin yang paling banyak ditemukan di alam adalah glikosida. Beberapa contoh turunan quercetin dan sumbernya adalah sebagai berikut.

1.       Quercetin 3-O-galactoside, dapat ditemukan di buah mangga, blueberry, plum, cranberry, dan lingonberry

2.       Quercetin 3-O-glucoside, dapat ditemukan di buah mangga, plum, dan bawang

3.       Quercetin 3-O-rhamnoside, dapat ditemukan pada buah mangga, lada, bayam, olive oil, dan cranberry

4.       Quercetin 3-O-glucuronide, dapat ditemukan dalam selada

5.       Quercetin 3-methyl ether dan Quercetin 3,3’-dimethyl ether, dapat ditemukan pada madu,

6.       Quercetin 2,4’-diglucoside, dapat ditemukan pada bawang, serta banyak lagi turunan quercetin lainnya3.

Aktivitas dan Potensi Quercetin

Berdasarkan beberapa pengujian in vitro dan in vivo, quercetin memiliki aktivitas biologis yang berperan sebagai dasar dari potensi quercetin dalam berbagai hal di antaranya adalah ketahanan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan, aktivitas anti-carcinogenic, antiinflamasi, antiviral, antioksidan, kemampuan untuk menginhibisi lipid peroxidation, platelet aggregation dan permeabilitas kapiler, serta kemampuan menstimulasi biogenesis mitokondria1.

1.       Antioksidan

Quercetin memiliki aktivitas antioksidan dengan efektivitas cukup tinggi yang diduga disebabkan oleh adanya gugus hidroksil pada cincin benzo-dihydropyran-nya, memberikan quercetin kapasitas antioksidan yang tinggi, kemampuan untuk mengeliminasi radikal bebas dalam tubuh, dan membantu tubuh menjaga stabilitasnya5.

Kemampuan quercetin untuk scavenging radikal bebas dan mengikat ion logam transisi membuat quercetin mampu untuk menginhibisi lipid peroxidation, proses yang dapat menyebabkan berbagai penyakit dalam tubuh seperti terbentuknya plak atherosclerotic yang dapat berujung pada penyakit kardiovascular dan melemahkan membran lipid pada otak akibat stress oksidatif yang dapat berujung pada penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson’s disease7.

2.       Antiinflamasi

Beberapa model pengujian menunjukkan bahwa quercetin dapat menurunkan ekspresi gen beberapa sitokin dengan downregulating faktor transkriptional utamanya yaitu nuclear factor κB (NFκB)8. Beberapa studi in vitro juga menunjukkan bahwa quercetin dapat menginhibisi pertumbuhan IL-8-induced LPS pada sel lung A549 dan pembentukan lipopolysaccharide (LPS)-mediated tumor necrosis factor (TNF-α) pada makrofag6.

3.       Antimikroba

Quercetin telah menunjukkan aktivitas bacteriostatic terhadap beberapa spesies bakteri di antaranya Helicobacter pylori, Salmonella enterica serotype Typhimurium, Micrococcus luteus, Yersinia enterocolitica, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, S. aureus, P. fluorescens, Campylobacter jejuni, dan Staphylococcus epidermidis sehingga dapat disimpulkan bahwa quercetin lebih efektif terhadap bakteri gram positif dibandingkan dengan gram negatif6.

Terkait aktivitas antifungalnya, quercetin menunjukkan kemampuan untuk menginhibisi pertumbuhan spesies Candida, Cryptococcus neoformans, Aspergillus species, dan dermatophytes dengan menginduksi stress oksidatif dan mengubah komposisi membrane sel pada fungi6.

4.       Antikanker

Quercetin ditemukan dapat menginduksi apoptosis dan cell cycle arrest pada beberapa lini sel kanker di antaranya kanker payudara, prostat, paru-paru, dan kolon6.


Sedang mencari senyawa marker Quercetin berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?

Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah. 

Klik tombol pembelian di bawah ini!



Referensi

1.       Li, Y., Yao, J., Han, C., Yang, J., Chaudhry, M., Wang, S., Liu, H., & Yin, Y. (2016). Quercetin, inflammation and immunity. Nutrients, 8(3), 167. https://doi.org/10.3390/nu8030167

2.       Singh, P., Arif, Y., Bajguz, A., & Hayat, S. (2021). The role of quercetin in plants. Plant Physiology and Biochemistry, 166, 10–19. https://doi.org/10.1016/j.plaphy.2021.05.023

3.       Materska, M. (2008). Quercetin and its derivatives: chemical structure and bioactivity - a review. Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, 58(4): 401-413

4.       Kandemir, K., Tomas, M., McClements, D. J., & Capanoglu, E. (2021). Recent advances on the improvement of quercetin bioavailability. Trends in Food Science & Technology, 119, 192–200. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2021.11.032

5.       Yang, D., Wang, T., Long, M., & Li, P. (2020). Quercetin: Its main pharmacological activity and potential application in clinical medicine. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2020, 1–13. https://doi.org/10.1155/2020/8825387

6.       Aghababaei, F., & Hadidi, M. (2023). Recent advances in potential health benefits of quercetin. Pharmaceuticals, 16(7), 1020. https://doi.org/10.3390/ph16071020

7.       Bentz, A. B.  (2009). A review of quercetin: chemistry, antioxidant properties, and bioavailability — Journal of Young Investigators. Journal of Young Investigators. https://www.jyi.org/2009-april/2017/10/15/a-review-of-quercetin-chemistry-antioxidant-properties-and-bioavailability

8.       Carrillo-Martinez, E. J., Flores-Hernández, F. Y., Salazar-Montes, A. M., Nario-Chaidez, H. F., & Hernández-Ortega, L. D. (2024). Quercetin, a Flavonoid with Great Pharmacological Capacity. Molecules, 29(5), 1000. https://doi.org/10.3390/molecules29051000

 

  Editorial Team:

  1. Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.