Skip ke Konten
Artikel

Mendalami Potensi Alfa-Mangostin dari Kulit Manggis


Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 6 Agustus, 2026


Buah manggis (Garcinia mangostana) sudah menjadi buah yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Buah ini banyak ditemukan di negara beriklim tropis, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia, dan memiliki rasa asam-manis yang unik yang membuatnya dijuluki “Queen of Fruits” atau Ratu Para Buah.

Mengenal Buah Manggis (Garcinia mangostana)

Garcinia mangostana L., atau biasa disebut pohon manggis adalah pohon yang tumbuh di iklim tropis, dan merupakan tanaman yang tumbuh di India, Sri Lanka, dan Asia Tenggara seperti Thailand, Fipilina, Malaysia, dan Indonesia. Sebenarnya terdapat banyak tanaman lain dari spesies Garcinia, namun Garcinia mangostana atau manggis menjadi yang paling dikenal karena pemanfaatannya yang luas, diantaranya sebagai bahan obat alam dan suplemen Kesehatan1.

Penggunaan manggis sebagai obat secara tradisional mencakup buah, kulit buah, kulit batang, hingga akarnya dan sudah digunakan selama beratus-ratus tahun. Ruang lingkup pemanfaatannya juga cukup luas. Selain untuk dimakan buahnya, di berbagai daerah asia, kulit buah manggis yang dikeringkan dan diserbukkan digunakan sebagai bahan antimikroba dan antiparasit pada pasien disentri serta digunakan untuk menangani luka dan tukak lambung2.

Alfa-Mangostin: Si Senyawa Utama

Manggis mengandung banyak senyawa fitokimia, namun, di antaranya, senyawa yang paling menonjol adalah alfa-mangostin yang diketahui merupakan senyawa yang memberikan efek biologis paling kuat.

Alfa-mangostin merupakan senyawa prenylated xanthone yang paling banyak didapatkan dari kulit manggis (78% dari kandungan senyawa)3. Senyawa ini memiliki kelarutan yang rendah dalam air namun dapat larut dalam pelarut organik seperti etanol, metanol, dan dimethyl sulfoxide (DMSO). Hal yang membedakan alfa-mangostin dengan senyawa lain dalam manggis yaitu beta-mangostin adalah keberadaan gugus metil, sementara beta-mangostin memiliki gugus hidroksil. Meskipun memiliki efek yang serupa, alfa-mangostin diketahui memiliki efek yang lebih signifikan4.

Manfaat Farmakologis Alfa-Mangostin

Alfa-mangostin sudah diketahui memiliki banyak efek farmakologis dan berbagai studi in vitro dan in vivo sudah dilakukan untuk mendalami klaim efek-efek tersebut. Beberapa efek farmakologis alfa-mangostin adalah sebagai berikut:

1.       Aktivitas Antioksidan

Alfa-mangostin pertama kali terbukti memiliki aktivitas antikosidan melalui uji dengan metode ferric thiocynate. Selanjutnya, beberapa penelitian lain yang membuktikan aktivitas antioksidan alfa-mangostin membuktikan bahwa metode antioksidan alfa-mangostin mencakup beberapa sebagai berikut; Berperan sebagai radical scavanger untuk menginhibisi oksidasi LDL yang diinduksi oleh radikal copper atau peroxyl, menginhibisi penurunan konsumsi α-tocopherol dalam copper-induced LDL oxidation, dan menangkal lipoperoxidation dan oxidative stress-mediated damage dengan kemampuannya memadamkan radikal bebas3.

2.       Aktivitas Antikanker

Belakangan ini, senyawa xanthone sedang menjadi pusat perhatian terkait aktivitas antikankernya yang dapat menginhibisi efek dalam proses karsinogenesis. Molekul target dari sel-sel tumor yang menjadi sasaran utama inhibisi oleh xanthone adalah kinase, DNA polimerase, ribonucleotide reductase, dan siklooksigenase. Sebagai salah satu senyawa golongan xanthone, alfa-mangostin juga banyak diteliti terkait efek antikankernya. Bahkan, alfa-mangostin menunjukkan salah satu efek antikanker paling bagus dari berbagai senyawa xanthone5.

Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa alfa-mangostin dapat mengendalikan sel kanker melalui mekanisme apoptotic atau cell suicide process. Pada uji inhibisi pertumbuhan sel leukemia cell line HL60 menggunakan beberapa senyawa xanthone, efek paling kuat didapatkan oleh alfa-mangostin4.

Alfa-mangostin juga diketahui dapat bersinergi dengan obat-obatan chemotherapeutic umum, meningkatkan efikasinya serta menurunkan efek toksisitasnya terhadap sel sehat. Sebagai contoh, alfa-mangostin menunjukkan efek protektif terhadap doxorubicin-induced neurotoxocity dengan membernaiki kerusakan oksidatif3.

3.       Aktivitas Antimikroba

Berdasarkan berbagai uji dan review, alfa-mangostin diketahui efektif terhadap berbagai mikroba, tidak hanya terbatas pada bakteri, namun juga beberapa jamur, termasuk beberapa mikroba yang telah diketahui memiliki resistensi antibiotik. Mikroba yang dilaporkan terinhibisi oleh alfa-mangostin adalah M. tuberculosisE. faecalisL. ivanoviiS. aureusM. smegmatisS. uberisV. parahaemolyticusE. cloacaeE. coliF. columnare, methicillin-resistant S. aureusC. albicansS. mutansP. gingivalisS. typhiS. sonei dan P. Aeruginosa6.

 

Sedang mencari senyawa marker α-mangostin berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?

Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah. 

Klik tombol pembelian di bawah ini!


Referensi

1.       Y, A. (2025). Therapeutic insights into Garcinia mangostana: Bioactivities, challenges, and future directions in drug discovery. Tropical Biomedicine, 42(2), 169–183. https://doi.org/10.47665/tb.42.2.010

2.       Ansori, A. N. M., Fadholly, A., Hayaza, S., Susilo, R. J. K., Inayatillah, B., Winarni, D., & Husen, S. A. (2020). A Review on Medicinal Properties of Mangosteen (Garcinia mangostana L.). Research Journal of Pharmacy and Technology, 13(2), 974. https://doi.org/10.5958/0974-360x.2020.00182.1

3.       Zhang, K., Gu, Q., Yang, K., Ming, X., & Wang, J. (2016). Anticarcinogenic effects of Α-Mangostin: a review. Planta Medica, 83(03/04), 188–202. https://doi.org/10.1055/s-0042-119651

4.       Majdalawieh, A. F., Terro, T. M., Ahari, S. H., & Abu-Yousef, I. A. (2024). α-Mangostin: A Xanthone Derivative in Mangosteen with Potent Anti-Cancer Properties. Biomolecules, 14(11), 1382. https://doi.org/10.3390/biom14111382

5.       Muchtaridi, M., & Wijaya, C. A. (2017). ANTICANCER POTENTIAL OF Α-MANGOSTIN. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 10(12), 440. https://doi.org/10.22159/ajpcr.2017.v10i12.20812

6.       Sultan, O. S., Kantilal, H. K., Khoo, S. P., Davamani, A. F., Eusufzai, S. Z., Rashid, F., Jamayet, N. B., Soh, J. A., Tan, Y. Y., & Alam, M. K. (2022). The Potential of α-Mangostin from Garcinia mangostana as an Effective Antimicrobial Agent—A Systematic Review and Meta-Analysis. Antibiotics, 11(6), 717. https://doi.org/10.3390/antibiotics11060717

 

 Editorial Team:

  1. Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.