Skip ke Konten

Artikel

Aloin: Senyawa Aktif dalam Aloe vera dan Potensi Manfaatnya


Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 10 September 2026


Semua orang pasti familiar dengan Aloe vera, tanaman yang sangat sering disebut dalam berbagai produk kesehatan karena dapat memberikan banyak manfaat. Tentu saja, terdapat banyak senyawa yang terkandung dalam Aloe vera yang berperan dalam memberikan berbagai manfaat tersebut . Kali ini, mari kita perdalam salah satu senyawa tersebut yaitu Aloin.

Mengenal Tanaman Aloe Vera

Aloe vera merupakan tanaman yang tumbuh dalam lingkungan panas dan kering seperti di daerah Mediterannia, Timur Tengah, Afrika Utara, Amerika Tengah, serta beberapa bagian Asia terutama daerah Asia Timur Laut1. Namun, karena kemampuan tanaman ini untuk beradaptasi cukup baik, Aloe vera kini sudah dikultivasi di berbagai belahan dunia lain.

Secara tradisional, Aloe vera umum digunakan untuk mengobati luka pada kulit (termasuk luka bakar, sayatan, gigitan serangga, dan eczema) serta beberapa gangguan pada pencernaan karena aktivitas antiinflamasi, antimikroba, dan wound-healing-nya2.

Salah satu ciri khas daun Aloe vera adalah terdapatnya gel di dalam daun yang dibungkus oleh lapisan luar daun. Terdapat berbagai senyawa bermanfaat yang dapat ditemukan pada daun Aloe veradi antaranya adalah senyawa-senyawa polisakarida, anthraquinone, alkylbenzene lectin, turunan dehydroabietic acid, asam salisilat, saponin, sterols, dan lignin. Senyawa yang paling banyak terkandung dalam setiap bagian utama Aloe vera adalah sebagai  berikut:

1.       Epidermis Luar/Rind (lapisan paling luar): anthraquinone, pre-anthraquinone, dan glikosida terkait,

2.       Pulp/Latex (dinding lapisan dalam): senyawa fenolik (anthraquinones, pre-anthraquinones, flavonoids, chromones, anthrones, coumarins, dan pyrones),

3.       Gel/Inner layer (bagian dalam): mengandung 99-99,5% air dan 0.5-1.0% mineral, vitamin, enzim, polisakarida, senyawa fenolik, dan senyawa organik lainnya3, 4.

Aloin dan Karakteristik Senyawanya

Aloin (C21H22O9) merupakan senyawa anthraquinone yang juga merupakan bentuk c-glukosida dari aloe-emodin. Aloin dapat ditemukan di beberapa bagian Aloe vera, di antaranya pada daun segar, eksudat daun (zat nabati yang dikeluarkan secara spontan atau disengaja dari tanaman), latex (lapisan dalam daun), dan lapisan luar daun1, 3, 5 . Kandungan aloin dalam eksudat daun Aloe vera yang dikeringkan diketahui dapat mencapai 30% dari total komponen senyawa1. Kandungan aloin dalam lapisan epidermis daun Aloe vera jauh lebih signifikan jika dibandingkan dengan kandungan dalam gel6.

Aloin terdiri atas dua diastereoisomer, yaitu Aloin A atau barbaloin dan Aloin B atau isobarbaloin. Secara alami, aloin pada Aloe vera biasa ditemukan sebagai campuran antara kedua diastereoisomer tersebut1,7. Studi terkait biosintesis Aloin menunjukkan bahwa Aloin B (the C10,C1′:R,S diastereomer dari aloin) lebih utama terbentuk, sementara Aloin A (C10,C1′:S,S diastereomer dari aloin) terbentuk akibat adanya konversi non-enzimatik7.

Aktivitas dan Manfaat Aloin serta Tantangan Pengaplikasiannya

Penelitian di beberapa tahun ke belakang melaporkan berbagai aktivitas yang dimiliki aloin, di antaranya antiinflamasi, antioksidan, antitumor, neuroprotection, dan aktivitas anti-organ-injury1.

Aloin diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi yang disebabkan oleh kemampuannya menginhibisi NF-κB signaling pathway dan menekan Lipopolysaccharide-Induced Inflammatory Response8. Selain itu, sebuah pengujian terkait kemampuan Aloin untuk melindungi fibroblast kulit dari heat-induced oxidative stress damage menunjukkan hasil yang memuaskan, di mana aloin ditemukan dapat melakukan hal tersebut dengan mereduksi overproduksi reactive oxygen species seperti superoxide anions, hydrogen peroxide dan hydroxyl radical serta menekan disipasi oxidative defense system seperti glutathione dan total superoxide dismutases (SOD)9.

Sementara itu, sebuah pengujian menggunakan tikus menunjukkan adanya potensi aloin sebagai agen hepatoprotective terhadap alcohol-induced liver injury dengan cara menekan akumulasi lipid melalui regulasi metabolisme lipid, menekan stress oksidatifm dan menginhibisi lipopolysaccharide (LPS)-induced inflammatory injury10.

Aloin juga memiliki potensi sebagai agen chemoprotective terhadap doxorubicin-induced cardiotoxicity melalui hasil penelitian menggunakan tikus di mana aloin ditemukan dapat melindungi jantung dari lipid peroxidation dan memulihkan kadar antioxidative defenses seperti glutathione, catalase, dan superoxide dimutase11.

Salah satu tantangan dalam pengembangan dan penelitian terkait penggunaan aloin sebagai sebuah sediaan adalah stabilitasnya yang rendah dan degradasinya yang cepat dalam larutan aqueous. Sebuah studi terkait hal tersebut menunjukkan bahwa Aloin yang dilarutkan dalam buffer fosfat dengan 0,5% DMSO (pH 7,4) yang disimpan pada suhu 37 derajat celcius pada kondisi gelap mengalami degradasi dan hanya tersisa sebanyak 40% pada 12 jam pertama. Hal ini perlu diingat terutama ketika mempertimbangkan validitas hasil penelitian yang menggunakan larutan aqueous aloin sebagai subjeknya, karena larutan tersebut memiliki timeframe yang terbatas12.

Namun, hal tersebut tidak menghalangi potensi aloin untuk dapat dikembangkan menjadi sediaan yang bermanfaat. Dengan melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai karakteristik senyawa serta mengembangkan teknologi formulasi yang sesuai, diiringi dengan pendalaman lebih lanjut terkait aktivitas yang dimilikinya, potensi aloin dalam berbagai aspek dapat terus dioptimalkan.


Sedang mencari senyawa marker Aloin berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?

Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah. 

Klik tombol pembelian di bawah ini!



Referensi

1.       Catalano, A., Ceramella, J., Iacopetta, D., Marra, M., Conforti, F., Lupi, F. R., Gabriele, D., Borges, F., & Sinicropi, M. S. (2024). Aloe vera―An Extensive Review Focused on Recent Studies. Foods, 13(13), 2155. https://doi.org/10.3390/foods13132155

2.       Sánchez, M., González-Burgos, E., Iglesias, I., & Gómez-Serranillos, M. P. (2020). Pharmacological Update Properties of Aloe Vera and its Major Active Constituents. Molecules, 25(6), 1324. https://doi.org/10.3390/molecules25061324

3.       Jangra, A., Sharma, G., Sihag, S., & Chhokar, V. (2022). The dark side of miracle plant-Aloe vera: a review. Molecular Biology Reports, 49(6), 5029–5040. https://doi.org/10.1007/s11033-022-07176-9

4.       Puia, A., Puia, C., Moiș, E., Graur, F., Fetti, A., & Florea, M. (2021). The phytochemical constituents and therapeutic uses of genus Aloe: A review. Notulae Botanicae Horti Agrobotanici Cluj-Napoca, 49(2), 12332. https://doi.org/10.15835/nbha49212332

5.       Nalimu, F., Oloro, J., Kahwa, I., & Ogwang, P. E. (2021). Review on the phytochemistry and toxicological profiles of Aloe vera and Aloe ferox. Future Journal of Pharmaceutical Sciences, 7(1), 145. https://doi.org/10.1186/s43094-021-00296-2

6.       Saleem, M. (2022). ALOE BARBADENSIS MILLER: A COMPREHENSIVE REVIEW. Pakistan Journal of Science, 73(4). https://doi.org/10.57041/pjs.v73i4.388

7.       Wamer, W. G., Vath, P., & Falvey, D. E. (2003). In vitro studies on the photobiological properties of aloe emodin and aloin A. Free Radical Biology and Medicine, 34(2), 233–242. https://doi.org/10.1016/s0891-5849(02)01242-x

8.       Luo, X., Zhang, H., Wei, X., Shi, M., Fan, P., Xie, W., Zhang, Y., & Xu, N. (2018). Aloin Suppresses Lipopolysaccharide-Induced Inflammatory Response and Apoptosis by Inhibiting the Activation of NF-κB. Molecules, 23(3), 517. https://doi.org/10.3390/molecules23030517

9.       Liu, F.-W., Liu, F.-C., Wang, Y.-R., Tsai, H.-I., & Yu, H.-P. (2015). Aloin Protects Skin Fibroblasts from Heat Stress-Induced Oxidative Stress Damage by Regulating the Oxidative Defense System. PLOS ONE, 10(12), e0143528. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0143528

10.  Birari, L., Wagh, S., Patil, K. R., Mahajan, U. B., Unger, B., Belemkar, S., Goyal, S. N., Ojha, S., & Patil, C. R. (2020). Aloin alleviates doxorubicin-induced cardiotoxicity in rats by abrogating oxidative stress and pro-inflammatory cytokines. Cancer Chemotherapy and Pharmacology, 86(3), 419–426. https://doi.org/10.1007/s00280-020-04125-w

11.  Cui, Y., Ye, Q., Wang, H., Li, Y., Xia, X., Yao, W., & Qian, H. (2014). Aloin protects against chronic alcoholic liver injury via attenuating lipid accumulation, oxidative stress and inflammation in mice. Archives of Pharmacal Research, 37(12), 1624–1633. https://doi.org/10.1007/s12272-014-0370-0

12.  Zimbone, S., Romanucci, V., Zarrelli, A., Giuffrida, M. L., Sciacca, M. F. M., Lanza, V., Campagna, T., Maugeri, L., Petralia, S., Consoli, G. M. L., Di Fabio, G., & Milardi, D. (2024). Exploring the therapeutic potential of Aloin: unraveling neuroprotective and anticancer mechanisms, and strategies for enhanced stability and delivery. Scientific Reports, 14(1), 16731. https://doi.org/10.1038/s41598-024-67397-9


 Editorial Team:

  1. Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.