Mengenal Katekin: Dari Antioksidan Alami hingga Senyawa Marker dalam Quality Control
Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 28 Juli, 2026

Pernahkah Anda merasakan sensasi sepat dan kesat di lidah saat minum teh? Atau mungkin rasa pahit yang khas pada batangan cokelat hitam? Di balik sensasi tersebut, terdapat senyawa bioaktif bernama Katekin. Nama “katekin” (atau biasa disebut Catechins dalam Bahasa Inggris) diambil dari kata catechu yang merujuk pada tanaman Acacia catechu1. Namun, senyawa katekin tidak terbatas hanya ada pada tanaman tersebut. Kenyataannya, kebanyakan sumber utama katekin merupakan bahan makanan yang cukup sering kita konsumsi, di antaranya adalah daun Camelia sinensis atau lebih dikenal sebagai tanaman teh, buah buahan seperti anggur, apel, pir, dan ceri, serta cocoa yang merupakan bahan dasar dari coklat2,3.
Karakteristik Senyawa Katekin
Katekin merupakan kelompok senyawa yang termasuk dalam golongan senyawa flavan-3-ol. Berdasarkan strukturnya, Katekin dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
- Katekin bebas, yang terdiri atas catechin, gallocatechin, epicatechin (EC), dan epigallocatechin (EGC), serta
- Katekin teresterifikasi, yang terdiri atas epigallocatechin gallate (EGCG), epicatechin gallate (ECG), gallocatechin gallate (GCG), dan catechin gallate (CG)).
Salah satu sifat katekin yang cukup khas adalah sifat astringent-nya yang memberikan rasa kering dan kesut pada lidah. Katekin teresterifikasi memiliki sifat astringent yang lebih kuat dan memiliki rasa yang cenderung pahit, sementara katekin bebas memiliki rasa yang sedikit lebih manis4. Katekin dapat larut dalam pelarut polar seperti air dan methanol, namun kelarutannya sendiri bergantung pada spesifikasi proses ekstraksi katekin tersebut2.
Katekin dalam Keseharian Kita
Keberadaan katekin sangat melimpah dalam keseharian kita. Salah satu sumber katekin terbanyak yang paling dikenal adalah daun teh. Berdasarkan tingkat pengolahannya, Daun teh bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu green tea, black tea, dan teh oolong. Di antara ketiga jenis teh tersebut, Green Tea atau teh hijau memiliki kandungan katekin yang paling banyak. Hal ini karena teh hijau merupakan teh yang belum difermentasi sehingga polifenol yang terkandung di dalamnya, termasuk katekin, belum teroksidasi. Kandungan senyawa katekin dalam daun teh hijau bisa mencapai sekitar 30% dari bobot keringnya, melampaui berbagai kandungan lainnya seperti karbohidrat (25%), protein (15%), lignin (6,5%), dan kafein (3%)4.
Pada buah-buahan seperti apel, blackberry, ceri, anggur, pir, raspberries, dan cacao, senyawa katekin yang dapat ditemukan dalam jumlah banyak adalah epicatechin. Sementara itu, pada stroberi, catechin (C) menempati porsi terbesar yaitu 75% dari total katekin, diikuti oleh epicatechin gallate (ECG) sebesar 18%, dan epigallocatechin (EGC) sebesar 5%5.
Sifat Antioksidan Katekin
Peran katekin sebagai antioksidan sudah sangat dikenal luas. Telah banyak dilakukan penelitian terkait berbagai jenis aktivitas antioksidan katekin. Terkait aktivitas antiradikal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa (−)-epigallocatechin gallate memiliki aktivitas antiradikal tertinggi. Terdapat juga penelitian lain yang mendemonstrasikan bahwa (−)-epigallocatechin gallate dan (−)-epicatechin gallate menunjukkan aktivitas perlindungan sel paling signifikan terhadap hemolisis yang diinduksi oleh hypochlorite6.
Dalam sebuah studi yang membandingkan aktivitas beberapa senyawa antioksidan yang dilarutkan dalam larutan saline, (+)-catechin menjadi senyawa yang paling poten dalam melindungi terhadap kerusakan akibat peroxyl radicals AAPH, Urutan potensinya diikuti oleh (−)-epicatechin, caffeic acid, deferoxamine, (−)-epicatechin gallate, (−)-epigallocatechin gallate, chlorogenic acid, ascorbic acid dan uric acid6.
Peran Katekin dalam Quality Control
Senyawa-senyawa katekin dikenal sebagai senyawa aktif yang bertanggungjawab atas manfaat antioksidan alami dari minuman teh, oleh karena itu, bagi para pelaku industri dan peneliti, keberadaan kandungan senyawa katekin menjadi salah satu parameter mutu yang sangat diperhatikan terutama dalam hal berikut5:
- Standardisasi Produk Herbal: Dalam kadar katekin menjadi indikator utama penentu mutu beberapa produk herbal, ekstrak dan simplisia;
- Menjamin Konsistensi Batch-to-Batch: Senyawa katekin menjadi senyawa marker yang membantu produsen memastikan bahwa setiap batch produksi memiliki komposisi dan kualitas yang seragam.
Sedang mencari senyawa marker Phyllanthin berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?
Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah.
Klik tombol pembelian di bawah ini!
Referensi
1. Braicu, C., Ladomery, M. R., Chedea, V. S., Irimie, A., & Berindan-Neagoe, I. (2013). The relationship between the structure and biological actions of green tea catechins. Food Chemistry, 141(3), 3282–3289. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2013.05.122
2. Gadkari, P. V., & Balaraman, M. (2013). Catechins: Sources, extraction and encapsulation: A review. Food and Bioproducts Processing, 93, 122–138. https://doi.org/10.1016/j.fbp.2013.12.004
3. Raab, T., Barron, D., Vera, F. A., Crespy, V., Oliveira, M., & Williamson, G. (2010). Catechin Glucosides: Occurrence, Synthesis, and Stability. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 58(4), 2138–2149. https://doi.org/10.1021/jf9034095
4. Vuong, Q. V., Golding, J. B., Nguyen, M., & Roach, P. D. (2010). Extraction and isolation of catechins from tea. Journal of Separation Science, 33(21), 3415–3428. https://doi.org/10.1002/jssc.201000438
5. Wangkarn, S., Grudpan, K., Khanongnuch, C., Pattananandecha, T., Apichai, S., & Saenjum, C. (2021). Development of HPLC method for catechins and related compounds determination and standardization in Miang (Traditional Lanna fermented tea leaf in northern Thailand). Molecules, 26(19), 6052. https://doi.org/10.3390/molecules26196052
6. Grzesik, M., Naparło, K., Bartosz, G., & Sadowska-Bartosz, I. (2017). Antioxidant properties of catechins: Comparison with other antioxidants. Food Chemistry, 241, 480–492. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2017.08.117
[Catatan]
Produk MarkHerb yang bisa di-link di akhir artikel:
1. Catechin (https://www.markherb.com/en/shop/catechin-294)
2. Gallocatechin (https://www.markherb.com/en/shop/gallocatechin-635)
3. Cathecin Gallate (https://www.markherb.com/en/shop/catechin-gallate-474)
4. Epicatechin (https://www.markherb.com/en/shop/epicatechin-417)
5. Epigallocatechin (https://www.markherb.com/en/shop/epigallocatechin-605)
6. Epigallocatechin gallate (https://www.markherb.com/en/shop/epigallocatechin-gallate-409)
7. Epicatechin Gallate (https://www.markherb.com/en/shop/epicatechin-gallate-475)
Editorial Team:
- Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.
