Eugenol: Senyawa Aromatik dari Minyak Cengkeh dan Berbagai Manfaatnya
Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 17 September 2026

Apakah anda menggunakan produk-produk pengharum seperti parfum dan diffuser? Jika familiar dengan produk-produk tersebut, pasti anda juga familiar dengan istilah yang sangat erat hubungannya dengan mereka yaitu atau essential oil atau minyak atsiri. Essential oil merupakan bahan utama dan salah satu bahan yang diketahui berperan dakan memberikan wangi khas pada setiap produk tersebut.
Namun, essential oil tidak hanya digunakan sebagai pemberi harum saja. Essential oil sendiri mengandung berbagai senyawa di dalamnya dan senyawa-senyawa tersebut juga memiliki manfaat lain termasuk manfaat dalam bidang kesehatan. Salah satu senyawa yang cukup sering diisolasi dari essential oil adalah eugenol yang menjadi salah satu senyawa utama pada clove oil atau minyak cengkeh.
Eugenol: Definisi, Struktur, dan Sifat Fisikokimia
Eugenol (C10H12O2) atau 4-allyl-2-methoxyphenol merupakan senyawa aromatik yang termasuk dalam golongan phenylpropanoid. Eugenol yang telah dimurnikan memiliki wujud liquid berminyak berwarna bening hingga kuning pucat dan memiliki aroma yang kuat1, 2. Senyawa ini merupakan senyawa volatil atau mudah mengap dan memiliki stabilitas kimia yang rendah karena sensitif terhadap oksidasi dan berbagai interaksi kimia lainnya1.
Sumber dan Perolehan Eugenol
Eugenol merupakan komponen utama dari essential oil hasil distilasi daun dan bunga cengkeh (Eugenia caryophyllata atau Syzygium aromaticum) yang biasa disebut clove oil3. Namun, eugenol juga dapat ditemukan dalam beberapa tanaman lain seperti holy basil (Ocimum tenuiflorum), jahe (Zingiber officinale), kayu manis (Cinnamomum verum), turmeric (Curcuma longa), nutmeg (Myristica fragrans), dan basil (Ocimum basilicum). Di antara tumbuhan-tumbuhan tersebut, eugenol menjadi senyawa utama untuk cengkeh dengan kandungan sebanyak 45-90%2. Eugenol dari sumber alaminya dapat diekstraksi dan isolasi dari essential oil menggunakan metode seperti distilasi uap, ekstraksi dengan pelarut organik, hydro-distillation, supercritical carbon dioxide extraction4.
Selain dapat diisolasi dari sumber alaminya, eugenol juga dapat dibuat secara sintetis dengan proses guaiacol allylation menggunakan allyl klorida atau diproduksi dengan proses biotransformasi menggunakan mikroorganisme seperti Escherichia coli, Corynebacterium sp., dan Bacillus cereus5.
Manfaat Eugenol yang Luas
Penggunaan Eugenol dalam berbagai produk sehari-hari cukup luas, mencakup produk personal hygiene seperti parfum, krim, lotion, sabun, dan deterjen, serta produk pangan seperti minuman, baked foods, dan permen6. Penggunaan eugenol yang luas tersebut tentunya berkaitan dengan aktivitasnya yang luas. Eugenol dikethaui memiliki berbagai aktivitas di antaranya adalah antimikroba, antioksidan, analgesic, antimutagenic, anti-platelet, antialergi, dan antiinflamasi.
Eugenol merupakan senyawa antioksidan dan monoamine oxidase (MAO) inhibitor yang cukup dikenal. Aktivitas antioksidan eugenol mencakup scavangeing radikal bebas, mencegah produksi bentuk reaktif dari nitrogen, meningkatkan potensial cyto-antioxidant, serta melindungi fungsi mikrobial DNA dan protein1. Peran tersebut membuat eugenol memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan radikal bebas seperti kanker, kondisi inflamasi, diabetes tipe-2, penyakit kardiovaskular, penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson’s disease, dan penyakit periodontal2, 6.
Eugenol juga cukup dikenal karena aktivitas antimikrobanya. Sebagai antimikroba, efek antimikrobial eugenol mencakup beberapa kelompok bakteri gram positif dan gram negatif, fungi, dan beberapa parasite seperti Giardia lamblia, Fasciola gigantica, dan Haemonchus contortus1. Berbagai hasil pengujian efektivitas eugenol terhadap berbagai mikroba memberikan hasil yang beragam karena perbedaan strain, metode, hingga kadar sampel eugenol yang digunakan dapat memberikan hasil yang bervariasi. Hal yang dapat dicatat adalah aktivitas antimikroba eugenol diketahui berasal dari kemampuan eugenol untuk turut mencampuri aktivitas fisiologi mikroorganisme melalui beberapa mekanisme, seperti fungsi mengganggu fungsi membran, menekan faktor virulensi, toksin, dan enzim, serta menggaunggu formasi biofilm7.
Dalam bidang kedoktergigian, eugenol tidak hanya digunakan sebagai disinfektan karena aktivitas antibakterinya, namun juga sebagai analgesic untuk mengurangi rasa sakit lokal yang diaplikasikan secara topikal. Aktivitas analgesic eugenol diduga berkaitan dengan inhibisi channel kalsium8, 9.
Selain itu, salah satu potensi lain eugenol adalah sebagai cardiovascular protector. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Venkadeswaran et al., eugenol memiliki potensi sebagai antihypercholesterolemic dan antiatherogenic. Pemberian eugenol kepada tikus yang diinduksi hiperlipidemia menunjukkan hasil penutunan total kolesterol, LDL-D, dan trigliserida yang cukup signifikan2, 10.
Eugenol diklasifikasikan sebagai generally recognised as safe (GRAS) atau secara umum dianggap aman oleh U.S. Food and Drug Administration9. Meskipun begitu, tetap terdapat hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan eugenol adalah toksisitasnya. Walaupun dalam dosis rendah dan terkontrol eugenol dapat berperan sebagai antioksidan, pada dosis tinggi, eugenol dapat menjadi prooksidan dan dapat meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS). Aktivitas prooksidan dari eugenol ini menjadi salah satu penyebab utama toksisitas eugenol1.
Sedang mencari senyawa marker Eugenol berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?
Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah.
Klik tombol pembelian di bawah ini!
Referensi
1. Ulanowska, M., & Olas, B. (2021). Biological Properties and Prospects for the Application of Eugenol—A review. International Journal of Molecular Sciences, 22(7), 3671. https://doi.org/10.3390/ijms22073671
2. Nisar,M. F., Khadim, M., Rafiq, M., Chen, J., Yang, Y., & Wan, C. C. (2021). Pharmacological properties and health benefits of Eugenol: A Comprehensive review. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2021(1), 2497354. https://doi.org/10.1155/2021/2497354
3. Kamatou, G. P., Vermaak, I., & Viljoen, A. M. (2012). Eugenol—From the remote Maluku islands to the international market place: a review of a remarkable and versatile molecule. Molecules, 17(6), 6953–6981. https://doi.org/10.3390/molecules17066953
4. Khalil, A. A., Rahman, U. U., Khan, M. R., Sahar, A., Mehmood, T., & Khan, M. (2017). Essential oil eugenol: sources, extraction techniques and nutraceutical perspectives. RSC Advances, 7(52), 32669–32681. https://doi.org/10.1039/c7ra04803c
5. Abrahão M. R., Molina G., & Pastore G. M., Endophytes. (2013). Recent developments in biotechnology and the potential for flavor production, Food Research International. 52, no. 1, 367–372, https://doi.org/10.1016/j.foodres.2013.03.007
6. Fujisawa, S., & Murakami, Y. (2016). Eugenol and Its Role in Chronic Diseases. In Advances in Experimental Medicine and Biology (pp. 45–66). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-41342-6_3
7. Marchese, A., Barbieri, R., Coppo, E., Orhan, I. E., Daglia, M., Nabavi, S. F., Izadi, M., Abdollahi, M., Nabavi, S. M., & Ajami, M. (2017). Antimicrobial activity of eugenol and essential oils containing eugenol: A mechanistic viewpoint. Critical Reviews in Microbiology, 43(6), 668–689. https://doi.org/10.1080/1040841X.2017.1295225.
8. Pramod, K., Ansari, S. H., & Ali, J. (2010). Eugenol: A Natural Compound with Versatile Pharmacological Actions. Natural Product Communications, 5(12), 1999–2006. https://doi.org/10.1177/1934578x1000501236
9. Zari, A. T., Zari, T. A., & Hakeem, K. R. (2021). Anticancer properties of Eugenol: a review. Molecules, 26(23), 7407. https://doi.org/10.3390/molecules26237407
10. Venkadeswaran K., Muralidharan A. R., Annadurai T., Ruban V. V., Sundararajan M., Anandhi R., Thomas P. A., and Geraldine P., Antihypercholesterolemic and antioxidative potential of an extract of the plant, Piper betle, and its active constituent, eugenol, in triton WR-1339-induced hypercholesterolemia in experimental rats, Evidence-based Complementary and Alternative Medicine. (2014) 2014, 11, https://doi.org/10.1155/2014/478973, 2-s2.0-84893182728, 24523820, 478973.
Editorial Team:
- Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.
