Skip ke Konten
Artikel

Sekilas Tentang Phyllanthin, Senyawa Penting Tanaman Meniran


Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 18 Juli 2026


Tanaman Meniran (Phyllanthus niruri) secara tradisional sering digunakan sebagai solusi herbal untuk berbagai keluhan, di antaranya batu ginjal, asam lambung, batuk, hingga infeksi1. Hal ini memicu banyaknya dilakukan penelitian yang mendalami beragam khasiat tanaman ini agar dapat dimanfaatkan dengan lebih baik dan lebih efektif. Dalam setiap penelitian dan pengembangan produk yang menggunakan tanaman meniran, dibutuhkan senyawa pembanding yang digunakan pada proses standardisasi untuk memastikan kualitas dan konsistensi bahan tanaman meniran yang digunakan yang biasa disebut senyawa marker. Senyawa marker yang digunakan untuk standardisasi tanaman meniran adalah Phyllanthin.

Senyawa Marker Tanaman Meniran, Phyllanthin

Phyllanthin merupakan senyawa lignan bioactive yang unik terhadap kelompok tanaman Phyllanthaceae, termasuk Phyllanthus niruri atau meniran. Hal tersebut membuat phyllanthin ditentukan sebagai senyawa marker untuk tanaman dari golongan tersebut dalam berbagai proses penelitian maupun quality control.

Saat ini, telah terdapat berbagai metode yang telah dikembangkan untuk mengkarakterisasi dan menganalisis kelimpahan phyllanthin dalam sebuah sampel baik menggunakan UV-Spectophotometry, Liquid Chromatography, HPTLC, dan HPLC, baik dengan detector UV atau Fluoresensi2. Analisis ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sampel yang diuji benar merupakan tanaman kelompok Phyllanthaceae, bukan spesies lain yang sekilas dapat terlihat serupa. Penentuan kebenaran sampel ini dilakukan dengan membandingkan hasil analisis sampel dengan senyawa pembanding yang berupa senyawa phyllanthin murni.

Peran Farmakologis Phyllanthin Berdasarkan Berbagai Penelitian

Selain bermanfaat sebagai senyawa marker, phyllanthin juga merupakan salah satu senyawa yang memberikan kontribusi signifikan pada beberapa aktivitas farmakologis tanaman Phyllanthaceae. Berikut beberapa peran Phyllanthin terhadap kesehatan berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan.

1.     Efek Antioksidan

Dalam penelitian yang menguji aktivitas free-radical scavengeing phyllanthin pada sel HepG2 pre-treated dengan CCl4, phyllanthin ditemukan dapat meningkatkan kadar GSH dan menginduksi efek antioksidatif pada uji DPPH. Sementara itu, uji lain menunjukkan bahwa phyllanthin merupakan inhibitor superoxide yang baik pada uji yang membandingkan aktivitasnya dengan asam askorbat3.

2.     Efek Hepatoprotektif

Pada pengujian terhadap tikus yang diberikan ethanol-induced liver injury, pre-treatment menggunakan phyllanthin ditemukan memberikan efek antagonis terhadap penurunan %MTT. Phyllanthin juga meningkatkan kemampuan antioksidan pada hepatosit tikus yang sebelumnya turun akibat induksi etanol4.

3.     Agen Immunosupresif

Tikus yang diberikan treatment phyllanthin secara rutin selama 14 hari secara oral memberikan hasil yang menunjukkan bahwa phyllanthin memberikan efek inhibisi yang signifikan pada respon imun seluler maupun humoral4. Sementara pengujian lain menunjukkan bahwa phyllanthin menekan proses inflamasi dengan cara memediasi pelepasan molekul pemberi signal inflamasi melalui NF‐κB, MAPKs, dan PI3K‐Akt signal transducing pathway6.

4.     Efek Antikanker

Phyllanthin ditemukan dapat menangkal efek diethylnitrosamine dalam menginduksi liver carcinoma pada tikus. Analisis MTT juga menunjukkan bahwa phyllanthin menginhibisi pertumbuhan sel HepG2 pada dosis tertentu7. Penelitian lain menunjukkan bahwa phyllanthin dapat bersinergi dengan doxorubicin dalam aktivitas antikankernya terhadap sel kanker payudara8.

Selain beberapa contoh di atas, masih banyak aktivitas lain dari phyllanthin yang saat ini juga sedang terus diperdalam dalam berbagai penelitian. Harapannya, hasil-hasil penelitian tersebut dapat terus dikembangkan hingga menjadi produk yang dapat memberikan manfaat lebih luas.


Sedang mencari senyawa marker Phyllanthin berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?

Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah. 

Klik tombol pembelian di bawah ini!


Referensi:

1.     Lee, N. Y. S., Khoo, W. K. S., Adnan, M. A., Mahalingam, T. P., Fernandez, A. R., & Jeevaratnam, K. (2016). The pharmacological potential of Phyllanthus niruri. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 68(8), 953–969. https://doi.org/10.1111/jphp.12565

2.     Rai, P., Patil, P., & Rajput, S. (2009). Simultaneous Determination of Phyllanthin and Hypophyllanthin in Herbal formulation by Derivative Spectrophotometry and Liquid Chromatography. Pharmacognosy Magazine, 5(18), 151–158. https://www.cabdirect.org/cabdirect/abstract/20093110318

3.     Omoruyi, S. I., Delport, J., Kangwa, T. S., Rahman, Z., Hussein, A. A., Lorke, D. E., & Ekpo, O. E. (2024). An update on the bioactivities and health benefits of two plant-derived lignans, phyllanthin and hypophyllanthin. Advances in Traditional Medicine, 24(4), 1011–1036. https://doi.org/10.1007/s13596-023-00738-

4.     Chirdchupunseree, H., & P ramyothin, P. (2010). Protective activity of phyllanthin in ethanol-treated primary culture of rat hepatocytes. Journal of Ethnopharmacology, 128(1), 172–176. https://doi.org/10.1016/j.jep.2010.01.003

5.     Ilangkovan, M., Jantan, I., & Bukhari, S. N. A. (2016). Phyllanthin from Phyllanthus amarus inhibits cellular and humoral immune responses in Balb/C mice. Phytomedicine, 23(12), 1441–1450. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2016.08.002

6.     Harikrishnan, H., Jantan, I., Haque, M. A., & Kumolosasi, E. (2018). Phyllanthin from Phyllanthus amarus inhibits LPS‐induced proinflammatory responses in U937 macrophages via downregulation of NF‐κB/MAPK/PI3K‐Akt signaling pathways. Phytotherapy Research, 32(12), 2510–2519. https://doi.org/10.1002/ptr.6190

7.     You, Y., Zhu, F., Li, Z., Zhang, L., Xie, Y., Chinnathambi, A., Alahmadi, T. A., & Lu, B. (2021). Phyllanthin prevents diethylnitrosamine (DEN) induced liver carcinogenesis in rats and induces apoptotic cell death in HepG2 cells. Biomedicine & Pharmacotherapy, 137, 111335. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2021.111335

8.     Abdel-Sattar, O. E., Allam, R. M., Al-Abd, A. M., El-Halawany, A. M., El-Desoky, A. M., Mohamed, S. O., Sweilam, S. H., Khalid, M., Abdel-Sattar, E., & Meselhy, M. R. (2023). Hypophyllanthin and Phyllanthin from Phyllanthus niruri Synergize Doxorubicin Anticancer Properties against Resistant Breast Cancer Cells. ACS Omega, 8(31), 28563–28576. https://doi.org/10.1021/acsomega.3c02953

Editorial Team:

  1. Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.