Asiaticoside: Senyawa di balik Salah Satu Tanaman Miracle Elixir of Life
Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 20 Agustus, 2026

Belakangan ini, tanaman pegagan (Centella asiatica) cukup sering terdengar terutama terkait penggunaannya sebagai bahan herbal berbagai produk kosmetik atau skin care karena memiliki banyak manfaat bagi kulit. Namun, tahukah ada senyawa yang memiliki peran paling utama dalam memberikan efek tersebut? Senyawa tersebut adalah senyawa metabolit yang bernama Asiaticoside. Yuk, kita bahas lebih lanjut terkait Centella asiatica dan senyawa Asiaticoside ini.
Centella Asiatica, Daun Kecil Kaya Manfaat
Centella asiatica memiliki nama lain daun pegagan, gotu kola, asiatic pennywort, serta spadeleaf dan merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Apiaceae1. Tanaman ini dapat ditemukan tumbuh di tempat lembab seperti daerah rawa pada negara-negara dengan iklim tropis atau subtropis, di antaranya adalah India, Pakistan, Sri Lanka, Oceania, Afrika, Cina, dan Asia Tenggara1,2. Centella asiatica sudah sejak lama digunakan sebagai obat herbal secara luas. Penggunaan tanaman ini sebagai obat herbal tersebar dari India yang biasa menyebut daun ini dengan nama mandukparni atau jalbrahmi, di Cina yang mengenalnya sebagai Jixuecao, hingga berbagai pulau di Indonesia2.
Tanaman ini secara tradisional digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan di antaranya inflamasi, penyakit kulit, rheumatik, epilepsi, dan beberapa gangguan neurologis. Di India, tanaan ini juga digunakan untuk menangani keluhan seperti nyeri badan, sakit kepala, eczema, hingga gangguan mental. Penggunaannya yang sangat luas menyebabkan tanaman disebut sebagai salah satu “Miracle elixirs of life” lebih dari 2000 tahun yang lalu1.
Asiaticoside, Senyawa Penting dari Daun Pegagan
Asiaticoside merupakan salah satu senyawa yang diketahui memiliki peran peting dalam aktivitas farmakologis dari Centella asiatica. Selain asiaticoside, senyawa lain yang memiliki aktivitas serupa adalah madecassoside serta turunan aglikon dari keduanya yaitu asiatic acid dan madecassic acid. Senyawa-senyawa ini merupakan senyawa triterpenoid saponin yang berperan sebagai metabolit sekunder dari tanaman tersebut3.
Asiaticoside merupakan suatu senyawa saponin triterpenoid4. Berdasarkan beberapa pengamatan farmakokinetik, asiaticoside diketahui dapat terdistribusi ke berbagai organ di antaranya hati, ginjal, jantung, paru-paru, lambung, kulit, dan otak, serta dapat menembus blood brain barrier tanpa memberikan efek samping yang berbahaya. Namun, asiaticoside diketahui memilki kelarutan dalam air yang rendah, sehingga bioavailabilitas absolutnya sangat rendah5.
Manfaat Farmakologis Asiaticoside
Telah banyak penelitian dan pengujian yang mendalami berbagai manfaat farmakologis dari asiaticoside yang sangat luas. Pada dasarnya, asiaticoside memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, antipiretik, hingga anti-tumor3. Berdasarkan informasi tersebut, dilakukan berbagai penelitian untuk lebih mendalami potensi asiaticoside sebagai obat untuk berbagai kondisi khusus. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Wound Healing
Salah satu manfaat asiaticoside yang cukup dikenal adalah perannya dalam penyembuhan luka atau wound healing. Sebelum banyak dilakukan pengujian terkait aktivitas penyembuhan luka dari asiaticoside, tanaman Centella asiatica sudah digunakan secara tradisional untuk mengatasi luka. Hal tersebut yang menjadi acuan berbagai peneliti untuk mulai meneliti aktivitas wound healing dari asiaticoside.
Asiaticoside ditemukan dapat mempromosikan proses angiogenesis berperan penting dalam proses penyembuhan luka karena baik dalam model in vitro maupun in vivo6. Dalam pengujian untuk melihat aktivitas asiaticoside dalam diabetic wound healing, beberapa efek yang ditemukan dari pemberian asiaticoside adalah peningkatan sintesis kolagen, mengurangi inflamasi, mempromosikan angiogenesis, dan menstimulasi proliferasi serta migrasi sel, hal-hal yang berperan dalam meningkatkan penyembuhan luka pada pasien diabetes7.
2. Efek Neuroprotektif untuk Penyakit Degeneratif
Karena memiliki kemampuan untuk menembus blood brain barrier, asiaticoside memiliki potensi untuk digunakan sebagai agen neuroprotector5.
Asiaticoside memiliki aktivitas antipiretik, antiinflamasi, dan antioksidan. Pada CNS (Central Nervous System), asiaticoside dapat meringankan perubahan neurobehavorial, neurochemical, dan histological pada tikus yang diberikan prosedur transient focal middle cerebral artery occlusion (tMCAO). Pada penelitian yang dilakukan dengan fokus untuk melihat mekanisme neuroprotektif asiaticoside, didapatkan hasil dugaan bahwa asiaticoside melindungi neuron dari excitotoxicity dengan menginhibisi apoptosis sel dan calcium overload8.
Pada penelitian lain yang dilakukan untuk menguji potensi asiaticoside sebagai pbat untuk Parkinson’s disease karena efek neuroprotektif dan antiinflamasinya, uji in vivo memberikan hasil yang menunjukkan asiaticoside dapat mengurangi hilangnya neuron dopaminergic dan meringankan disfungsi motor pada tikus yang diinduksi Parkinson’s disease dengan MPTP9.
3. Efek Terhadap Anxietas dan Depresi
Peran antiinflamasi asiaticoside juga diduga dapat memberikan efek signifikan terhadap depresi yang disebabkan oleh inflamasi pada neuron. Depression-associated neuroinflammation dapat mengaktivasi pro-inflammatory cytokines yang dapat mempengaruhi sintesis dan metabolisme serotonin. Pemberian asiaticoside pada tikus dengan chronic unpredictable mild stress menunjukkan bahwa asiaticoside dapat menurunkan depressive-like behaviorial patterns pada tikus tersebut10.
4. Peran Organ Protective Lainnya
Peran antiinflamasi dan antioksidan dari asiaticoside juga mengaitkan asiaticoside dengan efek-efek protektif berbagai organ lainnya di antaranya adalah hepatoprotective, pulmonary-protective, hingga nephroprotective10.
Sedang mencari senyawa marker Asiaticoside berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?
Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah.
Klik tombol pembelian di bawah ini!
Referensi
1. Prakash, V., Jaiswal, N., & Srivastava, M. (2017). A REVIEW ON MEDICINAL PROPERTIES OF CENTELLA ASIATICA. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 10(10), 69. https://doi.org/10.22159/ajpcr.2017.v10i10.20760
2. Gohil, K., Patel, J., & Gajjar, A. (2010). Pharmacological review on Centella asiatica: A potential herbal cure-all. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 72(5), 546. https://doi.org/10.4103/0250-474x.78519
3. Bandopadhyay, S., Mandal, S., Ghorai, M., Jha, N. K., Kumar, M., Radha, Ghosh, A., Proćków, J., De La Lastra, J. M. P., & Dey, A. (2023). Therapeutic properties and pharmacological activities of asiaticoside and madecassoside: A review. Journal of Cellular and Molecular Medicine, 27(5), 593–608. https://doi.org/10.1111/jcmm.17635
4. Patel, K., Mishra, R., Patel, D. K. (2016). A review on phytopharmaceutical importance of asiaticoside. Journal of Coastal Life Medicine, 4(12), 1000–1007. https://doi.org/10.12980/jclm.4.2016j6-161
5. He, Z., Hu, Y., Niu, Z., Zhong, K., Liu, T., Yang, M., Ji, L., & Hu, W. (2022). A review of pharmacokinetic and pharmacological properties of asiaticoside, a major active constituent of Centella asiatica (L.) Urb. Journal of Ethnopharmacology, 302(Pt A), 115865. https://doi.org/10.1016/j.jep.2022.115865
6. Shukla, A., Rasik, A., Jain, G., Shankar, R., Kulshrestha, D., & Dhawan, B. (1999). In vitro and in vivo wound healing activity of asiaticoside isolated from Centella asiatica. Journal of Ethnopharmacology, 65(1), 1–11. https://doi.org/10.1016/s0378-8741(98)00141-x
7. Razif, R., Fadilah, N. I. M., Ahmad, H., Hao, D. L. Q., Maarof, M., & Fauzi, M. B. (2025). Asiaticoside-Loaded multifunctional bioscaffolds for enhanced hyperglycemic wound healing. Biomedicines, 13(2), 277. https://doi.org/10.3390/biomedicines13020277
8. Liu, S., An, J., Qi, F., Yang, L., Tian, Z., & Zhao, M. (2014). Neuroprotective effects of Asiaticoside. Neural Regeneration Research, 9(13), 1275. https://doi.org/10.4103/1673-5374.137574
9. He, Z., Hu, Y., Hu, Y., Zhang, Y., Xie, J., Niu, Z., Yang, G., Zhang, J., Zhao, Z., Wei, S., Wu, H., & Hu, W. (2024). Asiaticoside exerts neuroprotection through targeting NLRP3 inflammasome activation. Phytomedicine, 127, 155494. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2024.155494
10. Bandopadhyay, S., Mandal, S., Ghorai, M., Jha, N. K., Kumar, M., Radha, Ghosh, A., Proćków, J., De La Lastra, J. M. P., & Dey, A. (2023c). Therapeutic properties and pharmacological activities of asiaticoside and madecassoside: A review. Journal of Cellular and Molecular Medicine, 27(5), 593–608. https://doi.org/10.1111/jcmm.17635
Editorial Team:
- Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.
