Skip ke Konten

Artikel

Andrographolide: Pemberi Berbagai Manfaat di balik Rasa Pahit


Author: apt. Shafina Putri Kamila, S.Farm. | Editor-in-Chief: Sandy Akbar Nusantara, S.T., M.B.A. | Published: 27 Agustus, 2026


Andrographis paniculata atau juga dikenal dengan nama Tanaman Sambiloto merupakan tumbuhan yang sudah dimanfaatkan dalam pengobatan herbal tradisional selama ribuan tahun. Sambiloto memiliki julukan “King of Bitter” atau raja dari rasa pahit karena rasanya yang sangat pahit di lidah. Meskipun begitu, tanaman ini tetap sering digunakan dan dikonsumsi karena dapat digunakan untuk mengurangi gejala demam, radang tenggorokan, serta mengurangi pembengkakan1,2. Di balik khasiat dari sambiloto, terdapat senyawa khas yang menjadi kandungan utamanya, yaitu andrographolide.

Sambiloto, “King of Bitter”

Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman herba dari familii Acanthaceae. Tanaman ini tumbuh secara alami di India, Sri Lanka, Pakistan, serta negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, namun juga dikultivasi secara luas di China3. Tanaman ini dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri, antifungi, antivirus, serta efek choleretic, hypoglycemic, hypocholesterolemic, dan adaptogenic4.

Di daerah India, tanaman ini merupakan salah satu tanaman dengan penggunaan terluas pada kitab herbal Ayurveda. Sementara itu, di China, herba dari bagian daun Sambiloto disebut Chuanxinlian, Yijianxi atau Lanhelian yang digunakan sebagai antipiretik, antiinflamasi, dan detoksifikasi darah4. Karena penggunaannya yang tersebar ke berbagai belah dunia, tanaman ini memiliki berbagai nama lokal dari berbagai daerah, di antaranya adalah “kalmegh” di India, “senshinren” di Japan, “hempedu bumi” di Malaysia, “fah talai” di Thailand, dan “green chiretta” di negara-negara Scandinavia5.

Senyawa Utama Sambiloto: Andrographolide

Androrgapholide (C20H30O5) adalah senyawa diterpene lactone yang merupakan salah satu komponen utama tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata). Senyawa ini pertama kali diisolasi dari tanaman tersebut pada tahun 19514. Andrographolide diduga sebagai penyebab utama rasa pahit dari tanaman ini, namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa rasa pahit tersebut secara umum disebabkan tidak hanya oleh andrographolide namun juga suatu senyawa lain yaitu kalmeghin6.

Senyawa Andrographolide tidak larut dalam air namun dapat larut dalam aseton, methanol, kloroform, dan eter. Hal tersebut membuat andrographolide memiliki bioavailabilitas yang rendah dan penggunaannya dalam sediaan oral sangat terbatas. Namun, optimasi penggunaan andrographolide dapat dikembangkan dengan berbagai metode formulasi seperti penggunaan nanopartikel atau mikropartikel5.

Efek Farmakologis Andrographolide

Selain merupakan senyawa utama dan senyawa penyebab rasa pahit pada tanaman sambiloto, Andrographolide juga tercatat sebagai senyawa yang berperan paling banyak dalam berbagai efek farmakologis tanaman sambiloto. Efek farmakologis andrographolide yang telah banyak diteliti di antaranya adalah efek anti-viral, anti-thrombotic, hepatoprotective, anticancer, dan antiinflamasi5.

1.       Anti-inflamasi

Inflamasi dapat ditemukan dalam berbagai penyakit pada berbagai sistem, seperti asma, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), pneumonia, dan pulmonary fibrosis pada respirasi, colitis dan toxic liver fibrosis pada sitem pencernaan, osteoarthritis, multiple sclerosis, dan gout pada sistem imun, serta alzhemier dan parkinson’s disease pada sistem saraf. Oleh karena itu, efek antiinflamasi dari andrographolide dapat diaplikasikan dalam penanganan atau pengurangan efek dari berbagai kondisi tersebut4.

Telah dilakukan berbagai penelitian terkait pemanfaatan andrographolide terhadap berbagai kondisi di atas yang memberikan hasil yang memuaskan. Misalnya, pada sebuah penelitian yang meliputi pemberian andrographolide kepada tikus yang diinduksi asma, ditemukan bahwa andrographolide dapat mempengaruhi kondisi tersebut dengan menginhibisi NF-κB signalling, NLRP3 inflammasome, dan ROS7. Inhibisi terhadap NF-κB pathaway juga ditemukan dalam pengujian penggunaan andrographolide pada tikus yang diinduksi acute colitis8. Selain itu, peran andrographolide terhadap NLRP3 inflammasome juga ditemukan dalam pengujian terhadap efek andrographolide terhadap tikus yang diinduksi parkinson’s disease9.

2.       Antioksidan

Andrographolide berperan sebagai antioksidan dengan secara langsung menetralkan radikal bebas. Selain itu, secara tidak langsung, andrographolide juga dapat berperan mencegah pembentukan radikal bebas dengan cara  melindungi mithocondrial integrity atau menginhibisi enzim-enzim yang pro-oxidant, serta mengaktivasi enzim-enzim antioksidan dengan mengaktivasi signaling pathway dari Nrf25.

3.       Cancer Treatment

Andrographolide diketahui memiliki efek anti-tumor. Oleh karena itu, potensi andrographolide dalam cancer treatment menjadi salah satu topik yang banyak didalami. Dalam berbagai pengujian efek anti-tumor andrographolide baik in vitro maupun in vivo, dapat disimpulkan beberapa aktivitas farmakologis andrographolide seperti menginhibisi proliferasi, angiogenesis, metastasis dan invasi tumor, dan immune escape tumor, menginduksi kematian sel, hingga merusak tumor microenvironment. Ketika digunakan bersama dengan kemoterapi dan radiotherapy, andrographolide menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan sensitivitas sel tumor terhadap pengobatan, memberikan efek sinergis dengan obat-obatan antikanker lainnya. Namun, saat ini belum ditemukan target molekular utama yang diasosiasikan dengan aktivitas-aktivitas tersebut, sehingga penelitian lebih dalam masih perlu terus dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas penggunaan senyawa ini dalam penanganan kanker10.


Sedang mencari senyawa marker Andrographolide berkualitas tinggi untuk penelitian Anda?

Dapatkan produk yang Anda butuhkan dengan mudah. 

Klik tombol pembelian di bawah ini!



Referensi

1.       Zeng, B., Wei, A., Zhou, Q., Yuan, M., Lei, K., Liu, Y., Song, J., Guo, L., & Ye, Q. (2021). Andrographolide: A review of its pharmacology, pharmacokinetics, toxicity and clinical trials and pharmaceutical researches. Phytotherapy Research, 36(1), 336–364. https://doi.org/10.1002/ptr.7324

2.       Chen, X., Ren, J., Yang, J., Zhu, Z., Chen, R., & Zhang, L. (2023). A critical review of Andrographis paniculata. Medicinal Plant Biology, 2(1), 0. https://doi.org/10.48130/mpb-2023-0015

3.       Mishra, S. K., Sangwan, N. S., Sangwan, R. S. (2007-07-25). Andrographis paniculata (Kalmegh): A Review. Pharmacognosy Reviews, 1(2), 283-298.

4.       Li, X., Yuan, W., Wu, J., Zhen, J., Sun, Q., & Yu, M. (2022). Andrographolide, a natural anti-inflammatory agent: An Update. Frontiers in Pharmacology, 13, 920435. https://doi.org/10.3389/fphar.2022.920435

5.       Mussard, E., Cesaro, A., Lespessailles, E., Legrain, B., Berteina-Raboin, S., & Toumi, H. (2019). Andrographolide, a natural antioxidant: an update. Antioxidants, 8(12), 571. https://doi.org/10.3390/antiox8120571

6.       Akbar, S. (2011). Andrographis paniculata: a review of pharmacological activities and clinical effects. PubMed, 16(1), 66–77. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21438648

7.       Peng, S., Hang, N., Liu, W., Guo, W., Jiang, C., Yang, X., et al. (2016). Andrographolide sulfonate ameliorates lipopolysaccharide-induced acute lung injury in mice by down-regulating MAPK and NF-κB pathways. Acta Pharm. Sin. B 6 (3), 205–211. doi:10.1016/j.apsb.2016.02.002

8.       Kim, N., Lertnimitphun, P., Jiang, Y., Tan, H., Zhou, H., Lu, Y., et al. (2019). Andrographolide inhibits inflammatory responses in LPS-stimulated macrophages and murine acute colitis through activating AMPK. Biochem. Pharmacol. 170, 113646. doi:10.1016/j.bcp.2019.113646

9.       Ahmed, S., Kwatra, M., Ranjan Panda, S., Murty, U. S. N., and Naidu, V. G. M. (2021). Andrographolide suppresses NLRP3 inflammasome activation in microglia through induction of parkin-mediated mitophagy in in-vitro and in-vivo models of Parkinson disease. Brain Behav. Immun. 91, 142–158. doi:10.1016/j.bbi.2020.09.017

10.  Hu, J., Li, Y., Xie, X., Song, Y., Yan, W., Luo, Y., & Jiang, Y. (2024). The therapeutic potential of andrographolide in cancer treatment. Biomedicine & Pharmacotherapy, 180, 117438. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2024.117438

 

  Editorial Team:

  1. Rafi Rif'atul Rizki, S.I.Kom.